Tuesday, April 13, 2010

Remaja dan Dunianya part 1

Minggu lalu, gue diminta Aquino untuk merangkum pembicaraan hasil talkshow di Qtv yang bertema " Hak-hak Remaja " ke dalam sebuah bentuk tulisan buat dimuat di websitenya Jurnal Perempuan .
Setelah itu, gue jadi berfikir lebih dalam dan keras lagi. Bangun pagi, pas lagi nonton sinetron, pas lagi ngetweet, mau tidur, lagi ngobrol sama nyokap, dan apapun aktifitas yang gue lakukan gue selalu keinget sama tulisan gue sendiri itu. Masalahnya, gue jadi sadar apa iya gue udah dapetin hak-hak tersebut? Menulis tentang hal itu nggak menjamin kalau gue udah mengalami atau merasakan.

Sebagai remaja juga, gue lihat betul bahwa lingkungan kita tuh ( khususnya lingkungan percintaan ) udah nggak sehat lagi. Kita selalu dibatasin sama peraturan-peraturan yang kita aja nggak ngerti sepotong pun. Kita selalu tergantung sama kata "jangan" yang sering tak beralasan. Kita.... kayak nggak ada harganya

Gue banyak tersentil oleh apa yang gue dengar dan lihat dari temen-temen ( cewek ) gue. Kasus mereka macam-macam ternyata! Ada yang dilarang habis-habisan pacaran sama orangtuanya, ada yang lagi dilemma karena naksir sama yang beda agama, ada yang pacarnya super posesif-rese plus tukang parkir ( eh ngatur ) terus berujung pada tindak kekerasan, ada yang masih sayang tapi putus dan si ceweknya jadian lagi dengan cowok lain di depan mata dia ( sakit aja noh ye ), ada yang naksir sahabat sendiri, ada yang pacaran tapi masing-masing udah punya "yang lain", ada yang pacarannya kelewat batas, dan ada juga yang pacaran tapi nggak kayak pacaran ( menurut sebelah pihak lho yaa ).

Menurut kalian, mana yang paling menarik buat dikulik-kulik? ;)

Oke. Yang pertama yang pengen gue bahas adalah " Yang pacarnya posesif, rese, dan tukang ngatur hingga berujung pada tindak kekerasan "

Di mall atau di fasilitas umum lainnya aja, gue udah sering banget lihat pemandangan seperti :
1. Cewek sama cowok lagi belanja, terus si cewek nanya pendapat sama cowoknya " aku boleh gak pake baju inii? " terus si cowoknya jawab " nggak ah, jelek! "
2. " Bagusnya rambut aku dipotong segimana ya, yaang? " " Ditipisin aja lah dikit, jangan dipendekkin, nanti nggak enak dielus-elus " -______-
3. Di kereta si cewek duduk bersebelahan dengan cowok tak dikenal, sementara sang pacar berdiri menghadap si cewek ( kebayang posisinya kayak apa dong ) terus si pacar menghalang-halang/membatas-batasi si cewek pake tangannya supaya sebisa mungkin nggak bersentuhan sama cowok "stranger" itu.
4. Tante berjilbab yang lagi maen raba-rabaan sama bapak-bapak ( pacarnya kali ) di kereta ekonomi biasa yang panasnya luar biasa. Terus pas si cewek mulai risih dan melarang si cowok ngeraba lagi, cowoknya malah ngambek bahkan marah.
5. dll ( kalau diterusin laptop gue bisa error gara-gara di muntahin sama majikannya )

Gue jadi mikir ( mikir mulu ya gue haha ) apa sih sebenarnya yang bikin peristiwa-peristiwa seperti diatas gampang banget terjadi, dan mudah banget kita temuin?

KELEMAHAN PEREMPUAN YANG NGGAK BERANI MENOLAK PERMINTAAN DAN KEMAUAN COWOKNYA!

Gue nggak pernah tau pasti, apa yang menyebabkan mereka punya ketakutan luar biasa kayak gitu. Yang jelas, itu bukan semata-mata karena alasan "cinta". Menurut gue, contoh-contoh kejadian yang udah gue tulis diatas itu termasuk pada golongan kekerasan. Kenapa? karena si korban, kayak kerbau dicucuk hidungnya. Padahal, mereka masing-masing punya hak yang sama, yaitu kebebasan. Dan seharusnya nggak ada yang boleh menghalangi kita memperoleh hak itu, apalagi cuma sekedar : pacar.
Kebebasan kita udah terenggut secara tidak terhormat, padahal kalau diingat, apa yang udah pacar kita kasih buat kita sehingga dia berhak ngelarang-larang kayak gitu? Toh, kita juga udah cukup pintar kok memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang kira-kira bakalan ngerusak hubungan, mana yang nggak. Kalaupun kita nggak secerdas itu ( bego dong berarti ) TOH, KALAU JODOH NGGAK KEMANA!

Sebenernya sudah tersedia jawaban paling simple tapi cukup manjur buat menjawab sikap-sikap cowok yang kayak gitu. Yaitu :
1 ---> " LO NGGAK SUKA LIAT GUE BEGINI? YA UDAH TUTUP MATA AJA. ATAU NGGAK USAH JALAN BARENG! "
2 ---> " GUE BUKAN BAYI KALI YANG HARUS DIJAGA SEBEGITUNYA! LO PACAR APA BABYSITTER??? "
3---> " KALAU LO NGGAK BISA TERIMA GUE YANG BEGINI, CARI AJA SOSOK CEWEK YANG LO MAU DILUAR SANA! KITA PUTUS! " ( ini pilihan jawaban terakhir yang bisa kalian pakai disaat yang sudah benar-benar gawat. Ingat, jangan sambil nangis ngomongnya! )

Mau dipraktekkin? Silahkaan....

* Cukup sekian deh post gue soal Remaja dan Dunianya. Ingeeet... ini baru part 1, jadi Insyaallah ada part-part selanjutnya yang bakalan gue tulis disini. Tunggu aja lah okeokeoke?
Bubye readers.
sincerety,
Ninies :*

No comments:

Post a Comment