Kantin Takor FISIP Universitas Indonesia, 13 Mei 2011
J : Gue adalah orang yang bisa suka sama siapa aja. Mau cewek kek, cowok kek, bukan cewek atau cowok sekalipun.
N : Iya, gue juga!
J : Ohya? Huff... Thank God! Soalnya ya, temen-temen gue tuh kebanyakan suka aja milih-milih dulu. Milih-milih itu orang kelaminnya apa, orientasi seksnya apa, grrrr deh.
N : Ah serius lo? Maksudnya, temen-temen lo tuh kalau cerita lagi suka sama orang ada embel-embel kelaminnya gitu? Misalnya : "Gue suka deh sama cowok yang kayak si R, soalnya dia gini gini gini gini" Gitu bukan, Jo?
J : Iya! Padahal kan yaudah sih langsung aja bilang : "Gue suka sama R, karena dia blablablabla" Bodo amat si R itu kelaminnya apa"
N : Bener-bener! Karena kan sebetulnya rasa suka itu bisa dari dan ke siapa saja. Nggak bisa diatur-atur kita mau suka sama siapa. Dan kalau pun itu bikin kita terkesan 'aneh', lah ya masa perasaan disebut sebagai sesuatu yang aneh?
J : Yoi! Mau lo suka sama cewek kek, cowok kek, berkelamin ganda kek, ya terus kenapa gitu? Suka ya suka aja... Alasan untuk suka sama orang kan, bukan dari kelaminnya
N : Exactly! Kalau masih suka berdasarkan kelamin, jadi gak konsisten dong! "Lo sukanya sama orangnya, atau sama kelaminnya nih?” Hahahaha
_NR_
16 05 11
No comments:
Post a Comment